Labuan Bajo, 10 Mei 2025 – Kegiatan Penguatan Teknis Document Fraud, Profiling, dan English Conversation yang diselenggarakan oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo resmi berakhir hari ini, Sabtu, 10 Mei 2025. Selama empat hari pelaksanaan, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keimigrasian di wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere, serta Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Imigrasi, yaitu Arie Vebrian Genhank selaku Ketua Tim Analisis Perlintasan Laut, Ridwan Arifin sebagai Ketua Tim Standardisasi dan Prosedur Pemeriksaan, serta Gusti Galuh Ratna Sari, Ketua Tim Standardisasi dan Prosedur Pemeriksaan Keimigrasian Tempat Pemeriksaan Imigrasi Udara.
Selama pelatihan, peserta dibekali dengan materi mengenai deteksi dokumen palsu, teknik profiling, serta keterampilan percakapan dalam bahasa Inggris guna menunjang komunikasi dengan warga negara asing di konter keberangkatan maupun kedatangan.
Pada hari penutupan, para peserta bersama narasumber dari Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Udara di Bandara Internasional Komodo. Kunjungan ini menjadi momen untuk melihat secara langsung implementasi materi yang telah diberikan selama pelatihan, mulai dari teknik pemeriksaan dokumen hingga penilaian risiko keimigrasian pada konter manual.
Dalam kunjungan tersebut, para narasumber memberikan arahan teknis secara langsung terkait proses pemeriksaan keimigrasian manual. "Petugas harus mampu mendeteksi dan menilai risiko serta mengambil keputusan keimigrasian yang tepat. Hal ini hanya bisa dicapai bila petugas memahami proses, aturan, serta menguasai keahlian seperti facial recognition, document examination, dan profiling," ujar Gusti Galuh Ratna Sari, salah satu narasumber.
Saat ini, proses pemeriksaan keimigrasian di Bandara Internasional Komodo dinilai sudah cukup efektif, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan. Petugas juga dipastikan selalu memeriksa sistem dan perangkat agar berfungsi optimal. Namun demikian, terdapat sejumlah catatan yang perlu diperbaiki, khususnya terkait sarana dan prasarana.
Narasumber menyoroti bahwa posisi loket kedatangan sebaiknya ditinggikan agar petugas lebih aman dan terlindungi. Selain itu, lokasi loket yang sejajar dengan antrean akan mengurangi risiko penumpang masuk tanpa pemeriksaan keimigrasian. "Dengan jumlah personel yang belum memadai, efisiensi tata letak menjadi sangat penting," tambahnya.
Kondisi area imigrasi di Bandara Internasional Komodo saat ini memang masih terbatas. Belum tersedia terminal khusus internasional, sehingga terminal domestik harus dialihfungsikan secara sementara setiap kali ada penerbangan internasional. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga standar pelayanan dan keamanan di pintu gerbang negara tersebut.
