Wujudkan Kepedulian Sosial, Imigrasi Labuan Bajo Gelar 'Immigration Social Program' di SLBN Komodo
Labuan Bajo – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan sekitar melalui program bertajuk Immigration Social Program. Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Komodo, Labuan Bajo, pada Jumat (12/6/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian M, beserta jajaran pejabat struktural dan pegawai di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala SLBN Komodo, para dewan guru, serta seluruh siswa dan siswi di sekolah tersebut.
Acara berlangsung dengan penuh keakraban, diawali dengan kegiatan senam bersama antara pegawai Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo dengan para guru dan siswa-siswi SLBN Komodo. Usai berolahraga, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, yang kemudian diteruskan dengan momen ramah tamah berupa sarapan bersama.
Charles Christian M menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya institusinya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian khusus.
"Melalui Immigration Social Program ini, kami ingin membangun komunikasi dan hubungan kerja sama yang baik dengan pihak sekolah. Selain itu, ini adalah bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama dan mempererat tali silaturahmi dengan elemen masyarakat di Labuan Bajo," ujar Charles.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan. Ke depan, pihak Imigrasi Labuan Bajo berkomitmen untuk terus menjadwalkan program serupa secara berkala dan berencana untuk melibatkan instansi terkait lainnya guna memperluas dampak positif kegiatan sosial ini.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa-siswi SLBN Komodo, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun sinergi antara instansi pemerintah dengan dunia pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan peduli satu sama lain.

