Kupang,07 Mei 2025 – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, menghadiri Rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) Kinerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Rapat ini turut diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Arvin Gumilang, serta Kepala Kantor Imigrasi Atambua, Putu Agus Eka Putra.
Rapat tersebut membahas sejumlah agenda strategis dari Biro Hukum dan Kerjasama, Biro Perencanaan dan Keuangan, Biro SDM Aparatur, Organisasi dan Ketatalaksanaan, Biro Barang Milik Negara, dan Biro Umum.
Evaluasi dilakukan mulai dari evaluasi pengadaan barang dan jasa sebelum dan sesudah efisiensi, hingga penataan biro umum dan perencanaan. Secara virtual, Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Asep Kurnia dalam arahannya menjelaskan beberapa kebijakan baru yang telah diterbitkan, termasuk Keputusan Menteri mengenai tata naskah dinas, penggunaan logo resmi, serta penyesuaian pakaian dinas yang sedang dikaji.
Dalam bidang sosial, Asep Kurnia menyebutkan, “Menteri Imigrasi merencanakan penyaluran bantuan sosial sebanyak 30.000 paket kepada masyarakat kurang mampu”. Program ini merupakan bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap lingkungan sekitar dan sebagai bagian dari penguatan peran sosial Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sementara itu, Charles Christian Mathaus, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan tiga kali kegiatan bakti sosial sebagai bentuk implementasi nyata pelayanan kemanusiaan. “Kami telah melaksanakan bakti sosial sebanyak tiga kali, antara lain membersihkan laut dan pesisir Pantai diwilayah Taman Nasional Komodo, membagikan paket sembako ke desa-desa di Kabupaten Manggarai Barat, serta menyalurkan bantuan alat tulis kepada siswa-siswi sekolah dasar di desa-desa Kabupaten Manggarai,” ungkap Charles.
Dalam aspek informasi publik, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menekankan optimalisasi pemanfaatan website resmi yang mencakup penyajian produk hukum, profil instansi, berbagai informasi terkini, publikasi, hingga penerbitan buletin. Buletin ini diklaim mendapat respons positif dan diminati oleh kalangan mahasiswa dan pelajar sebagai sumber informasi dan referensi akademik.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga mengkaji UPT dalam pelaksanaan program ketahanan pangan yang akan dijadikan sebagai role model ketahanan pangan mandiri dengan Optimalisasi Lahan dan Diversifikasi Agribisnis.
Tak hanya itu, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga menyoroti pentingnya percepatan layanan di tingkat wilayah melalui 13 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi Dan Pemasyarakatan yang telah dirancang.
