Labuan Bajo, 7 Mei 2025 — Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi petugas keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo menyelenggarakan kegiatan Penguatan Teknis Document Fraud, Profiling, dan English Conversation yang akan berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 7–10 Mei 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Imigrasi Labuan Bajo dan diikuti oleh peserta dari berbagai unit pelaksana teknis keimigrasian di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Christian Prantigo selaku Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian yang hadir mewakili Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo. Dalam sambutannya, Christian menekankan pentingnya peningkatan kompetensi teknis dan soft skills, terutama dalam hal ketelitian pemeriksaan dokumen, kemampuan profiling, serta penguasaan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi di wilayah tujuan wisata internasional seperti Labuan Bajo.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini para pejabat dari Direktorat Jenderal Imigrasi, yaitu Arie Vebrian Genhank (Ketua Tim Analisis Perlintasan Laut), Ridwan Arifin (Ketua Tim Standardisasi dan Prosedur Pemeriksaan), dan Gusti Galuh Ratna Sari (Ketua Tim Standardisasi dan Prosedur Pemeriksaan Keimigrasian Tempat Pemeriksaan Imigrasi Udara). Para narasumber menyampaikan materi yang komprehensif dan relevan dengan tantangan tugas keimigrasian saat ini.
Pada hari pertama, materi disampaikan oleh Ridwan Arifin yang membahas dasar hukum Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), struktur organisasi, serta pengenalan aplikasi-aplikasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugas keimigrasian. Sesi ini dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tanya jawab yang diikuti secara antusias oleh peserta.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai kantor imigrasi, yaitu Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere, serta Rumah Detensi Imigrasi Kupang.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, para petugas keimigrasian dapat lebih sigap dan cermat dalam menjalankan tugasnya, sekaligus menjadi garda terdepan yang humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan internasional.
